Minggu, 12 April 2020

MESIR KUNO


Hallo kawan-kawan semua, tetap dirumah dan tetap sehat. Minggu ini kita pelajari tentang peradaban Mesir Kuno. Peradaban yang terkenal dengan bangunan-bangunan besarnya dan manajemen banjir yang menarik. O ya, Tugas kompetensi dasar 3.10 menganalisis kehidupan awal manusia Indonesia dalam aspek kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini sudah cukup lama diberikan namun banyak yang belum mengumpulkan. Untuk tugas 3.10  saya tunggu sampai tanggal 21 April 2020. Jangan lupa tetap belajar, tetap dirumah dan tetap jaga kesehatan. Jangan lupa cuci tangan.
Selamat membaca.


Kompetensi dasar :
3.11 menganalisis peradaban awal dunia serta keterkaitannya denga peradaban masa kini pada aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial.
4.11 Menyajikan hasil analisis peradaban awal dunia serta keterkaitannya dengan peradaban masa kini pada aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial dalam bentuk tulisan dan/atau media lain.

MESIR KUNO
Oleh TOPAN

Kondisi Geografis
Mesir adalah peradaban pertama di Afrika, berawal pada millennium keempat SM di sepanjang tepian sungai Nil. Peradaan tersebut bertahan hingga pengujung periode ini dan bahkan lebih. Ciri khas peradaban in adalah proyek-proyek pembangunan makam raksasa, evolusi tulisan hieroglif, dan teknologi perunggu. Lembah Nil adalah tempat kedua di dunia, setelah Sumeria, tempat komunitas manusia mulai terbentuk. Sungai besar tersebut menyediakan semua yang diperlukan untuk menciptakan pemukiman : makanan, air, komuikasi, dan transportasi. Sejak 5.000 SM kota-kota kecil tumbuh di sepanjang tepian Nil, dan kanal-kanal digali untuk mengalirkan air dari sungai guna mengairi ladang (Adams, 2007 : 36).  
Herodotus mengatakan bahwa kemajuan Mesir adalah berkat kehadirannya di lembah sungai Nil. Peradaban Nil menurut ia adalah suatu hadiah sungai Nil (Daldjoeni, 1995 : 63-64). Negeri ini terbagi atas tiga bagian : lembah Nil atas yang sempit bagian delta yang lebar dan daerah gurun dengan oase-oasenya yang mengapit sungai Nil. Penduduk lembah Nil yang terisolasikan ini dengan perbandingan  yang pincang antara tanah baik dan yang tandus dipaksa untuk bertani dengan cara yang intensif (Daldjoeni, 1995 : 64).
Tentang angka penduduk di zaman Mesir kuno juga tentang jumlah penduduk kota Thebe dan Memphis tak ada bahan informasi. Tetapi problem pokok di Mesir dulu dan sekarang sama yakni ‘rumah tanggga air’. Tanah-tanah yang tak kena luapan banjir Nil harus diirigasikan sehingga bertambahlah persediaan pangan bagi penduduk. Keberhasilan teknologi irigasi dapat menarik penduduk baru ke situ (Daldjoeni, 1995 : 64).

Lingkungan
Secara keseluruhan sungai Nil mengalir sepanjang 6.400 Km lebih. Sungai ini terbentuk oleh dua sungai besar yang menyatu, yakni Nil Biru yang bermata air di Etiopia dan Nil Putih yang bersumber di Uganda. Kedua sungai ini bersatu di Khartoum dan menjadi Nil yang sesungguhnya, dan dari sini mengalirlah sungai yang terpadu tersebut sejauh 3.040 Km ke Utara menuju Laut Tengah. Sungai ini memberikan kemakmuran kepada mereka yang tinggal di sepanjang pinggirnya. Sedangkan gurun di sampingya mendatangkan keamanan. Pada bentangan sepanjang 1.200 Km antara riam pertama dan laut inilah peradaban yang kita kenal sebagai peradaban Mesir timbul serta berkembang dengan subur. Mesir adalah suatu daerah yang oleh geografi dibagi menjadi dua daerah dengan perbedaan jelas. Bagian dekat Delta dikenal sebagai Mesir Hilir dan bagian di Selatannya dikenal dengan Mesir Hulu (Casson, 1983 : 29).
Tiap-tiap tahun aliran pokok sungai Nil meluap. Bila Nil merendam tanah tersebut seluruh Mesir menjadi lautan, dan hanya kotalah yang tetap berada di atas air. Pada waktu-waktu seperti itu pelayaran tidak lagi mengikuti jalur aliran sungai, melainkan melintas secara langsung. Sesorang yang bepergian dari Naukratis menuju Memphis, misalnya akan berlayar langsung menelusuri pyramid. Bila airnya surut kembali, tertinggallah lapisan subur. Orang Mesir menyebut tanah hitam untuk membedakannya dari tanah merah yang tidak subur. Tentang banjir, beberapa puluh sentimenter lebih tinggi darpada biasanya dapat berarti tergenangnya pedesaan, beberapa sentimeter lebih rendah berari paceklik (Casson, 1983 : 29-31).
Di Mesir terdapat tiga musim yang hubungannya dalam penanganan banjir. Pertama adalah musim “penggenangan” sebagai musim banjir (Juni – September), kemunculan ladang dari air. Kemudian bulan Oktober sampai bulan Februari memberikan tanah tetap basah. Untuk musim “kering” dari setelahnya sampai bulan Juni. Masyarakat Mesir membangun waduk untuk menangani banjir dan irigasi. Selain itu juga dibuatlah sumur serta menciptakan nilometer untuk mengukur naiknya air sungai (Casson, 1983 : 31). Gandum adalah hasil pokok yang demikian melimpah sehingga bila tanahnya diatur dengan baik, negeri itu selalu berada dalam keadaan yang memungkinkan ekspor gandum.
Selain gandum di delta sungai Nil berlimpah papyrus sejenis glagah tinggi yang digunakan untuk pembuatan kertas papyrus. Mesir mengekspor lembaran yang terbuat dari papyrus ini dan tetap memegang monopoli yang menguntungkan atas barang dagangannya tersebut sampai abad ke 12. Selain menjadi kertas, papyrus juga dapat dipintal menjadi tali dan banyak digunakan pada kapal-kapal kuno di Laut Tengah. Selain itu papyrus juga digunakan untuk membuat perkakas seperti keranjang, kotak, tikar, sandal, ayakan dan tempat duduk. Lumpur sungai Nil dapat juga dimanfaatkan untuk pembuatan rumah. Untuk pemenuhan minyak, Mesir menghaslkan banyak jarak, biji rami dan bijan.  Lembah sungai Nil memberikan tempat yang nyaman untuk kehidupan babi dan kambing. Rimbunan papyrus menjadi tempat hidup unggas seperti burung, angsa dan belibis yang dapat di domestikasi dan dipelihara di rumah setelah ditangkap (Casson, 1983 : 32)..
Nil memberikan media transportasi yang memadai. Dengan sungai yang memiliki banyak cabang dan membentang membuat laju transportasi dan pengangkutan dapat lancar dilakukan di Mesir. Di tambah lagi bahwa angin berlainan arah dengan aliran air sungai Nil yang membantu pergerakan kapal baik dari hulu ke hilir ataupun dari hilir ke hulu. Tercatat bahwa Mesir mengembangkan layar dari zaman sekitar 3.200 SM. Tukang perahu di Nil memelopori perkembangan perahu sungai (Casson, 1983 : 32-33).
Petani Mesir memiliki teknologi pemindahan air ke parit yang dikenal dengan “shaduf”. Alat ini terdiri dari galah yang ditaruh berimbang pada palang-tali dan ciduk air pada satu ujungya, dan pemberat pada ujung lainnya. Dengan menarik tali ia mendorong ciduk masuk air sungai. Setelah itu ciduk terangkat oleh pemberat serta airnya ditimba ke parit (Casson, 1983 : 33).

 Hukum
Dalam bidang hukum terdapat jabatan yang punya peran penting dalam pengaturan hukum di Mesir. Jabatan wazir. Wazir adalah pejabat utama negara, satu satunya orang selain raja yang dapat bertindak dalam segala urusan sipil. Ia mengetuai dewan pengadilan tertinggi.  Kendati demikian bukan berarti bahwa wazir boleh menjadi orang lalim. Peranan pokoknya ialah hakim agung dan dengan penunjukkan ini ia biasanya didorong dengan nasehat :
“Tuhan membenci sikap memihak. Maka inilah perintahnya : kamu harus memandang mereka yang kamu kenal seolah-olah mereka tidak kamu kenal; kamu harus memandang mereka yang dekat denganmu seolah-olah mereka jauh dari keluargamu…. Janganlah menghindari seorang pemohon…. Kamu boleh menghukum dia kalau kamu telah memberinya kesempatan untuk mendengar alasan mengapa ia kamu hukum…. Janganlah marah terhadap seseorang secara tidak adil…. Lihatlah, kalau seseorang menunjukkan ketakuannya beribu-ribu kali, maka ada perasaan yang bergejolak dalam hatinya…. Awaslah, seseorang akan tetap memegang jabatannya selama ia melaksanakan kewajibannya sesuai dengan apa yang serahkan kepadanya”. Inilah konsep mengenai keadilan serta kemanusiaan yang luar biasa di dunia kuno (Casson, 1983 : 94-95).
Pada zaman permulaan Mesir para hakimlah, sebagai bawahan Wazir yang mengadili perkara perdata atupun pidana (Casson, 1983 : 97).

Kepercayaan
1
Isis
Istri dan saudari Osiris, memiliki kekuatan gaib yang hebat. Kebajikannya antara lain melindungi anak-anak, inilah menjadikan dia dewi Mesir yang paling masyur.
2
Re
Dewa matahari di Heliopolis, adalah dewa negara pada masa wangsa ke 5, menurut beberapa tradisi, dialah pencipta manusia, orang Mesir menyebut dirinya “ternak Re”.
3
Anubis
Dewa serigala pelindung pemumian, memberi bantuan dalam upacara penerimaan orang mati di akhirat. Ia memegang tongkat suci yang dibawa para raja dan dewa,
4
Nephthys
Berarti putri dari puri, saudara Isis, dewi kaum wanita. Nephthys dikaitkan dengan keluarga Osiris karena telah menolong Osiris dengan menghidupkannya lagi.
5
Horus
Dewa dengan kepala rajawali, memegang ankh  (lambang kehidupan), di tangan kanannya. Para raja Mesir menganggap dirinya dewa Horus, yaitu putra Osiris dan Isis.
6
Osiris
Dewa bumi dan tetumbuhan. Kematian melambangkan musim kering, sedangkan kelahirannya kembali melambangkan banjir tahunan Nil serta tumbuhnya gandum.
7
Hathor
Dewi sapi bertanduk adalah dewi cinta, kebahagiaan, tarian dan musik. Kalau ada anak lahir, datanglah tujuh Hathor ke sisi ranjang untuk menentukan masa depan anak.
8
Seth
Dianggap sebagai penguasa Mesir Hulu serta digambarkan sebagai binatang khayal dengan telinga besar mirip keledai. Dewa ini mempunyai kaitan dengan gurun dan badai.
9
Thoth
Berupa burung upih-upih atau kerababun, adalah dewa kebijaksanaan yang dikaitkan dengan bulan, bila matahari lenyap, ia menghalau kegelapan dengan cahayanya.
10
Ptah
Dewa setempat dari Memphis adalah pelindung para tukang. Menurut dongeng, ia menyebut nama segala benda di dunia dan dengan begitu mengadakan benda tersebut.
11
Sobek
Dewa yang berwujud buaya, dipuja di kota-kota yang tergantung pada air, seperti kota Oasis Crocodilopolis, disitu buaya dipelihara dikolam dan dihias dengan permata.
12
Ammon
Dewa Thebes, berupa manusia tetapi kadang kala berupa domba atau angsa. Orang Romawi memujannya sebagai Yupiter Ammon.
(Casson, 1983 : 184-185)
Pemerintahan (Hapsari, 2017 : 245-252)
NO
PERIODE
TAHUN
PENJELASAN
1
Pradinasti
3100 – 3050 SM
Peradaban mereka dikenal dengan tembikar, sisir, gelang tangan, dan manik-manik. Kebudyaaan terbesar dikenal dengan kebudayan Badari di Hulu. Di Utara berkembang peradaban Amratia dan Gerzia. Di Selatan berkembang Naqada. Pada masa akhir pradinasti peradaban Naqada mulai menggunakan simbol-simbol tulisan yang kelak berkembang menjadi tulisan hieroglif.
2
Kerajaan Lama
2686 – 2181 SM
Di bawah pemerintahan firaun Djoser / Zoser dan Khufu, teknologi arsitektur dan seni berkembang pesat. Berdirilah projek-projek kolosal seperti pyramid (Giza dan Sfinks) serta membuat karya seni istimewa. Kemajuan ini didorong oleh meningkatnya produktivitas pertanian yang dimungkinkan karena adanya pembinaan dari pemerintah pusat. Di bawah pengarahan para menteri, mengumpulkan pajaknya, mengatur proyek irigasi untuk meningkatkan hasil panen, mengumpulkan petani untuk bekerja di proyek- proyek pembangunan, serta menetapkan sistem peradilan untuk menjaga keamanan. Pada masa ini pula muncul golongan juru tulis / sesh dan pejabat berpendidikan yang diberikan tanah oleh firaun sebagai bayaran. Periode ni ditandai kuatnya praktik feodal yang mengikis kekuatan ekonomi Mesir. Kondisi ini membuat firaun tak lagi mampu membiayai pemerintahan terpusat yang besar. Dengan berkurannya kekuatan firaun, gubernur regional yang dikenal dengan nomark mulai menentang firaun. Hal ini diperburuk dengan kekeringan pada tahun 2200 – 2150 SM. Akibanya Mesir memasuki perode kelaparan dan perselisihan yang dikenal dengan periode menengah pertama.
3
Menengah Pertama
2181 – 1991 SM
Gubernur-gubernur wilayah tidak menggantungkan   kepada firaun pada masa krisis. Kekurangan pangan dan sengketa politik meningkat menjadi kelaparan dan perang saudara berskala kecil. Pemimpin lokal yang tidak berutang upeti kepada firaun menggunakan kebebasan baru mereka untuk membangun provinsi mereka menjadi lebih kaya. Kemudian mereka berebut kekuasaan.  Pada 2160 SM, penguasa-penguasa di Herakleopolis menguasai Mesir Hilir, sementara keluarga Intef di Thebe mengambil alih Mesir Hulu. Sekitar tahun 2055 SM, tentara Thebe dipimpin Nebhepetre Mentuhotep II berhasil mengalahkan penguasa Herakeopolis, menyatukan kembali kedua negeri, serta memulai perode renaisans kebudayaan dan ekonomi yang dikenal sebagai periode kerajaan pertengahan.
4
Kerajaan Pertengahan
2134-1690 SM
Kesejahteraan kembali. Pada penguasa terakhir kerajaan pertengahan, Amenemhat III, membolehkan pendatang bangsa Semitik dari Asia yaitu Kanaan yang disebut bangsa Hyksos tinggal di daerah delta. Tujuannya memenuhi kebutuhan pekerja, terutama untuk kebutuhan pertambangan dan pembangunan. Kegiatan pertambangan dan pembangunan yang ambisius, ditambah dengan meluapnya sungai Nil, membebani ekonomi dan mempercepat kemunduran Mesir. Saat itu penduduk Kanaan berhasil mengambil alih kekuasaan dan memaksa pemerintahan pusat mundur ke Thebe. Mesir kemudian berada di bawah kekuasaan orang Hyksos.
5
Menengah Kedua dan Bangsa Hyksos
1674 – 1549 SM
Pada tahun 1555 SM, Thebe mengumpulkan kekuatan untuk melawan Hyksos. Perang antara keduanya pun terjadi selama 30 tahun. Di bawah Ahmoses I, penguasa pribumi di Thebe berhasil mengusir bangsa Hyksos dari Mesir. Kemudian muncul prioritas utama mereka adalah membangun kekuatan militer, tidak saja untuk memperkuat kekuasaan mereka secara internal, tetapi juga untuk perluasan wilayah.
6
Kerajaan Baru
1549 -1069 SM
Tanda-tanda kemakmuran. Dibangunnya skala besar terutama saluran irigasi yang semakin tertata baik, gedung-gedung mewah, kuil-kuil megah serta makam yang desain dan arsitekturnya tidak kalah dengan bangsa Mesopotamia. Kampanye militer untuk memperluas pengaruh firaun sampai ke Suriah dan Nubia (Sudan Utara sekarang). Di luar semua itu, para firaun pada masa ini terkenal karena membangun monumen untuk memuliakan pencapaian-pencapaian mereka. Firaun pada masa ini antara lain Tuthmosis I sampai III, firaun bernama Hatshepsut, Amenhotep IV, dan Ramses II. Tuthmosis I dan cucunya Tuthmosis III terkenal secara khusus karena melakukan kampanye militer ke Suriah dan Nubia untuk memperluas pengaruh firaun, memperkuat kesetiaan dan membuka jalur. Hatshepsut terkenal karena pada masanya memulihkan jaringan perdagangan dengan kerajaan tetangga, melakukan ekspedisi perdagangan ke Punt (diperkirakan jazirah Arab) yang terkenal akan emas, damar, kayu hitam, gading, budak, binatang liar, kuil tempat pemakaman firaun yang elegan dan megah, sepasang obelisk raksasa, dan kapel ke Karnak (pemujaan Dewa Amun).
Sekitar 1350 SM, stabilitas kerajaan Baru terancam ketika Amenhotep IV naik tahta dan melakukan reformasi. Ia membangun ritus keagamaannya sendiri, mengubah nama menjadi Akhenaten, dan tidak peduli dengan situsasi politik eksternal kerajaan. Akhenaten memuja dewa Matahari Aten sebagai dewa tertinggi dan melarang pemujaan terhadap dewa-dewa lain. Ia juga memindahkan ibu kota dari Thebe ke Akhetaten.
Ramses II (Ramses Agung) naik tahkta pada 1279 SM. Ia membangun lebih banyak kuil, mendirikan patung dan obelisk, serta dikarunia anak yang banyak dari pada firaun lain dalam sejarah. Dia sebagai pimpinan militer yang berani. Ramses II memimpin tentaranya melawan bangsa Het dari Asia Kecil dalam pertempuran Kadesh (1274 SM). Pertempuran tersebut berakhir ditandai dengan adanya perjanjian damai antara Ramses II dan Hattusili III (raja Het) sekitar tahun 1258 SM. Perjanjian ini mengakhiri konflik dan memutuskan bahwa dua kerajaan akan saling membantu dalam menghadapi invasi pihak ketiga. Perjanjian tersebut kini diakui sebagai perjanjian perdamaian pertama dalam sejarah dunia.
Diakhir periode Mesir terus menerus mendapat serangan dari bangsa Libya dan orang Laut yang menguasai Laut Aegea. Kekuasaan firaun semakin dibayang-bayangi kekuasaan para imam agung di kuil Thebe dan maraknya praktik korupsi dalam kerajaan. Hal ini membuat kerajaan lemah dan pecah. Akibatnya Ramses XI hanya menguasai wilayah Utara (Hilir), sedangkan selatan (Tengah dan Hulu) yang berpusat di Thebe dikuasai para imam agung Amun. Pada penguasaan ini Mesir akhirnya jatuh ke tangan gubernur kuat di mesir hilir bernama Smendes, dan mendirikan dinasi baru.
7
Menengah Ketiga
1068 – 653 SM
Dinasti Smendes berkuasa. Ibu kotanya di utara Mesir bernama Tanis. Wilayah selatan dikuasai imam agung Amun tunduk pada kekuasaan Smendes. Bangsa barbar dari Libya menetap di delta barat (945 SM), dan lama kelamaan membentuk dinasi sendiri bernama Bubastit yang dipimpin Shoshenq, dan dinasti ini berhasil mengambil alih wilayah selatan serta menempatkan keluarga mereka dalam posisi kependetaan yang penting.
Sekitar tahun 727 SM, bangsa Kush dari Nubia (Sudan) menundukkan Dinasti Bubastit di selatan dan dari sana menyerang wilayah utara. Dinasti Kush berhasil menyatukan kembali wilayah Mesir. Pada tahun 671-667 SM, Asyur menyerang Mesir. Masa kekuasaan Raja Kush, Taharqa dan penerusnya, Tanutamun, dipenuhi dengan konflik melawan Asyur. Akhirnya, Asyur berhasil memukul mundur Kush ke Nubia. Mereka juga menduduki Memphis dan menjarah harta karun di kuil-kuil Thebe.
8
Akhir
672 – 332 SM
Bangsa Asyur menyerahkan kekuasaan Mesir kepada vassal pribumi yang dikenal sebagai raja-raja Sais. Pada 653 SM, Raja Sais Psamtik I berhasil mengusir bangsa Asyru dengan bantuan tentara bayaran Yunani yang direkrut untuk membentuk angkatan laut pertama Mesir. Kota Naukratis menjadi tempat tinggal orang Yunani di delta. Pada 525 SM, bangsa Persia dari kekaisaran Achaemenid yang dipipin Cambyses II menaklukkan Mesir dan menangkap firaun Psamtik III dalam pertempuran di Pelusium. Cambyses II lalu mengambil alih gelar firaun. Ia berkuasa dari kota Susa di Persia serta menyerahkan Mesir kepada seorang Satrapi (gubernur provinsi), pemberontakan- pemberontakan meletus pada abad ke 5 SM, tetapi tidak satupun yang berhasil mengusir bangsa Persia secara permanen.
9
Dinasti Ptolemeus
332 – 30 SM
Pada 332 SM, Alexander Agung menaklukkan Mesir. Penerus Alexander dibuat berdasarkan sistem Mesir, beribu kota di Alexandria. Kota tersebut menunjukkan kekuatan dan martabat kekuasaan Yunani. Di tempat itu didirikan perpustakaan Alexandria, yang menjadi pusat pembelajaran dan budaya. Mercusuar Alexandria didirikan untuk membantu navigasi kapal yang berdagang dikota tersebut, terutama setelah penguasa Dinasti Ptolemeus mengembangkan perdagangan dan bisnis seperti produksi papyrus.
Dinasti Ptolemeus mendukung tadisi lokal untuk menjaga kesetiaan rakyat. Mereka membangun kuil baru dalam gaya Mesir, mendukung kultus tradisional dan menggambarkan diri mereka sebagai firaun. Langkah lain untuk memperkuat persatuan antara Mesir dan Yunani adalah membuat perpaduan antara kebudayaan Yunani dan kebudayan Mesir. Contohnya bentuk seni ukir Yunani Kuno yang juga memengaruhi motif tradional Mesir. Masa ini juga mendapatkan tantangan seperti pemberontakan, konflik internal, serta adanya gerombolan pengacau di Alexandria setelah kematian Ptolemeus IV. Situasi ini dimanfaatkan penguasa Romawi untuk menyerang Mesir.
10
Kekuasaan Romawi
30 SM – 300 an M
Di bawah Romawi mereka masih mempertahankan tradisi seperti mumifikasi dan pemujaan dewa-dewi. Namun lama kelamaan budaya Mesir secara perlahan hilang. Meskipun penduduk asli masih mampu bertutur dengan bahasa ibu mereka, kemampuan membaca hieroglif terus berkurang seiring dengan melemahnya peran pendeta pendeta kuil.

Sosial
Struktur masyarakat Mesir Kuno (Hapsari, 2017 : 252-253)
1
Firaun
Diyakini sebagai Dewa yang ada di bumi dan paling berkuasa. Ia berwenang membuat hukum, menjaga ketertiban dan keamanan serta memastikan para Dewa tetap senang sehingga Nil tetap meluap dan hasil panen melimpah.
2
Wazir
Penasehat, tangan kanan firaun dan menjadi imam agung. Ia bertugas mengawasi jalannya pemerintahan dan menadatangani semua dokumen resmi negara. Ia memastikan tersedianya bahan makanan, mencengah perselisiahan di atara bangsawan, serta bertindak sebagai kepala staf istana yang mengurus rumah tangga serta jadwal kegiatan firaun.
3
Bangsawan
Golongan yang berkuasa di kota-kota mesir (nomes) yang relatif berstatus otonom. Mereka berhak mengambil kebijakan serta memelihara ketertiban wilayah mereka.
4
Imam
Pendeta, bertanggung jawab membuat para dewa senang dengan melakukan ritual upacara di kuil mereka.
5
Juru tulis
Bertugas mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting melalui catatan.
6
Tentara
Bertanggung jawab mempertahankan kerajaan dari serangan musuh. Ada tradisi bahwa anak kedua termasuk anak firaun, harus masuk dalam angkatan bersenjata. Tentara berhak menikmati hasil rampasan dan jarahan perang, serta dapat dihadiahi tanah oleh firaun.
7
Tukang
Tenaga kerja termpil dalam pembuatan tembikar, penyamak kulit, pemahat, pematung, pengukir, pelukis, pemintal, pembuat manik-manik dan perhiasan, pembuat sepatu dan penjahit. Untuk pemahat, pematung dan pengukir biasanya bekerja di bengkel seni yang disediakan pemerintah. Mereka berperan dalam mempercantik kuil dan bangunan lain.
8
Petani
Golongan terbesar di Mesir Kuno. Bekerja di tanah milik firaun dan para bangsawan. Mereka diberi rumah, makan, dan pakaian sebagai imbalan. Sebagian bangsawan menerapkan sistem sewa tanah kepada petani dengan pembayaran berupa sebagian dari hasil panen.
9

Budak
Pada umumnya adalah tawanan perang. mereka bekerja di dalam istana ataupun rumah para bangsawan selain itu mereka bekerja juga dipertambangan kerajaan dan mengurus kebersihan kuil.

Masyarakat Mesir Kuno memandang pria dan wanita, dari kelas sosial manapun kecuali budak, memilik hak yang sama di mata hukum, memiliki hak menjual dan memiliki property, membuat surat wasiat atas namanya sendiri, membuat perjanjian hukum, bercerai dan menikah kembali, melindungi diri dari konflik dalam perceraian dengan membuat kontrak pranikah serta berhak mendapatkan upah yang sama dengan pria. Perempuan Mesir Kuno memiliki kesempatan memilih serta meraih sukses yang lebih luas. Dapat dicontohkan Hatshepsut dan Cleopatra yang bisa menjadi penguasa (Hapsari, 2017 : 253-254).
Dari pembagian musiman (lihat lingkungan) timbulah organisasi sosial sebab sungai serta perilakunya juga menentukan pembagian kerja. Selama musim kemunculan orang menahan dan menampung air yang lekas menyusut itu serta menanamnya di dalam lumpur. Pada musim kering mereka memungut panen dan mengirig hasilnya. Selama musim “penggenangan” ketika ladang dilanda banjir, mereka mengangkut batu untuk proyek bangunan firaun (Casson, 1983 : 31).
Pada masa stabil tidak sedikit orang dari antara pekerja ahli seperti pelukis dan pemahat yang mendapat nafkah cukup untuk membangun sebuah makam yang lengkap bagi dirinya sendiri. Pada masa sulit, sebaliknya para tukang mungkin lebih buruk keadaanya dari pada para petani, karena pejabat pemerintah yang korup mungkin menahan upah para tukang yang mengakibatkan kelaparan. Hal ini khususnya terjadi pada bagian akhir zaman kerajaan Baru, ketika peruntungan Mesir mulai merosot dan kekayaan nasional sangat rendah. Lebih kurang pada tahun 1170 SM pemerintah menunggak pembayaran dua bulan gaji. Tanpa di sangka- sangka pada suatu hari pekerja di Nekropolis di Thebes meletakkan alat kerjanya dan mogok sambil bernyanyi “kami lapar ! kami lapar!” Mereka berbaris ke Ramesseum (kuil Ramses II) dan duduk diluar tembok, dipinggir ladang yang dikerjakan. Mereka tidak mau pergi, bahkan ketika tiga orang pejabat meminta agar mereka bekerja kembali. Hari berikutnya mereka berbaris lagi, dan pada hari ketiga mereka memasuki pagar pekarangan kuil, Mereka tetap teratur tetapi tekadnya bulat. Pada hari itu bagian mereka untuk sebulan di serahkan, tetapi mereka terus mogok sampai delapan hari sehingga seluruh upah mereka untuk dua bulan itu dibayarkan. Inilah laporan tentang adanya pemogokan pertama dalam sejarah, dan peristiwa pemogokan tersebut merupakan pertanda bahwa kelas rendahan Mesir tidaklah pasif sebagaimana kadang kala digambarkan orang (Casson, 1983 : 101).

Daftar Pustaka
Adams, Simon. 2007. SEJARAH DUNIA DARI MESIR KUNO HINGGA TSUNAMI ASIA – PANDUAN UTAMA TENTANG SEJARAH DUNIA. Jakarta : Erlangga
Casson, Leonel. 1983. ABAD BESAR MANUSIA MESIR KUNO. Jakarta : PT Tira Pustaka
Daldjoeni, N. 1995. GEOGRAFI KESEJARAHAN I PERADABAN DUNIA. Bandung : Penerbit Alumni
Hapsari, Ratna. 2017. SEJARAH UNTUK SMA/MA KELAS X Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta : Penerbit Erlangga


1 komentar:

  1. ayo segera bergabung dengan kami hanya dengan minimal deposit 20.000
    dapatkan bonus rollingan dana refferal ditunggu apa lagi
    segera bergabung dengan kami di i*o*n*n*q*q

    BalasHapus