Senin, 10 Agustus 2020

TUGAS KERAJAAN MARITIM HINDU BUDHA INDONESIA KELAS XI IPS 1

TUGAS KOMPETENSI DASAR 3.1 DAN 4.1 KERAJAAN MARITIM HINDU BUDHA DI INDONESIA

KELAS XI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 1 (SATU)

PENGANTAR

Selamat Pagi Kawan-kawan. Apa kabar kalian. Semoga kalian selalu sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Ikuti protocol kesehatan, pakai masker, makan makanan yang bergizi, banyak sayur dan buah, istirahat yang cukup dan jangan lupa olah raga.

Pada pagi hari ini pada mata pelajaran sejarah kalian mengerjakan tugas individu untuk kompetensi dasar 3.1 dan 4.1. Kerjakan dalam dua jam pelajaran (2 X 60 menit) pagi ini supaya tugas tidak menumpuk di akhir semester. Tugas dikerjakan di kolom komentar, diberi nama dan kelas.

 

KOMPETENSI DASAR

3.1 menganalisis kerajaan-kerajaan maritim Indonesia pada masa Hindu dan Buddha dalam sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan serta pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini.

4,1 menyajikan hasil analisis tentang kerajaan-kerajaan maritim Indonesia pada masa Hindu dan Buddha dalam sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan serta pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini dalam bentuk tulisan dan /atau media lain.

 

DISKRIPSI TUGAS

Buatlah tulisan dengan tema “Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit  sebagai kerajaan Maritim Indonesia dalam sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan serta pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini”.

 

PEDOMAN PEMBUATAN KARYA

1

Diberi judul yang bagus dan relevan dengan tema. Karya harus relevan dengan tema.

2

Boleh memilih salah satu kerajaan (Sriwijaya atau Majapahit)

3

Boleh mengangkat kedua kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

4

Boleh memilih satu aspek pemerintahan/sosial/ekonomi/kebudayaan

5

Boleh semua aspek diangkat dalam tulisan

6

Wajib ada unsur “pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini”

7

Karya dibuat minimal tiga paragraph.

8

Satu paragraph terdiri dari lima sampai tujuh kalimat dalam satu pokok pikiran

9

Harus menggunakan minimal 2 daftar pustaka / sumber. Untuk sumber internet hanya diperbolehkan belajarsejarahuntukkemanusiaan.blogspot.com,  Jurnal Ilmiah On Line, majalah HISTORIA on line, web site resmi pemerintah, dan E book.

Bisa menggunakan buku paket yang telah dipinjamkan kepada kalian dari perpustakaan Wisata Ilmu SMA Negeri 1 Kutasari.

10

Karya dikerjakan dalam kolom komentar postingan blog

11

Karya diberi keterangan pembuat : nama dan kelas pada bagian bawah karya

12

Batas pengumpulan karya adalah hari Selasa, 18 Agustus 2020

 

25 komentar:

  1. "Kerajaan Sriwijaya dan seisinya"
    Kerajaan Sriwijaya dipercaya berdiri abad ke-7 SM. Terdapat perdebatan mengenai lokasi kerajaan ini. Ada yang menyebut bahwa Kerajaan Sriwijaya bertempat di Palembang, sementara sebagian lain percaya kalau kerajaan ini berlokasi di Minagatamwan, Jambi. Sumber sejarah yang merujuk kepada kerajaan ini pun cukup banyak, yaitu berupa prasasti, naskah, piagam, serta berita dari Cina.

    Sriwijaya meninggalkan prasasti di dalam dan luar negeri. Beberapa prasasti peninggalan Sriwijaya yang berada di dalam negeri adalah Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuwo, Prasasti Kota Kapur, dan Prasasti Amoghapasa. Sementara itu, prasasti yang ditinggalkan di luar negeri adalah Prasasti Linggor, Prasasti Nalanda, Prasasti Laiden, dan lain-lain.

    Dari sisi politik, Kerajaan Sriwijaya berhasil mengembangkan politik ekspansi. Karena itu, kerajaan ini mendapat julukan sebagai Negara Nusantara pertama. Sriwijaya juga berhasil menguasai Selat Mahaka dan dipandang sebagai penguasa perdagangan nasional dan internasional. Kerajaan Sriwijaya juga menjalin jalur perdagangan dengan India, Burma, Melayu Kalimantan, Siam, Kamboja, China, Filipina, Persia, Arab, atau Afrika.
    https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/kerajaan-kerajaan-maritim-di-indonesia-hindu-budha-2949/


    "Struktur pemerintahan ekonomi"
    Masyarakat Sriwjaya sangat majemuk, dan mengenal stratatifikasi sosial. Pembentukan satu negara kesatuan dalam dimensi struktur otoritas politik Sriwijaya, dapat dilacak dari beberapa prasasti yang mengandung informasi penting tentang kadātuan, vanua, samaryyāda, mandala dan bhūmi.

    Kadātuan dapat bermakna kawasan dātu, (tnah rumah) tempat tinggal bini hāji, tempat disimpan mas dan hasil cukai (drawy) sebagai kawasan yang mesti dijaga. Kadātuan ini dikelilingi oleh vanua, yang dapat dianggap sebagai kawasan kota dari Sriwijaya yang di dalamnya terdapat vihara untuk tempat beribadah bagi masyarakatnya. Kadātuan dan vanua ini merupakan satu kawasan inti bagi Sriwijaya itu sendiri.Menurut Casparis, samaryyāda merupakan kawasan yang berbatasan dengan vanua, yang terhubung dengan jalan khusus (samaryyāda-patha) yang dapat bermaksud kawasan pedalaman. Sedangkan mandala merupakan suatu kawasan otonom dari bhūmi yang berada dalam pengaruh kekuasaan kadātuan Sriwijaya.

    Penguasa Sriwijaya disebut dengan Dapunta Hyang atau Maharaja, dan dalam lingkaran raja terdapat secara berurutan yuvarāja (putra mahkota), pratiyuvarāja (putra mahkota kedua) dan rājakumāra (pewaris berikutnya). Prasasti Telaga Batu banyak menyebutkan berbagai jabatan dalam struktur pemerintahan kerajaan pada masa Sriwijaya. Menurut Prasasti Telaga Batu, selain diceritakan kutukan raja Sriwijaya kepada siapa saja yang menentang raja, diceritakan pula bermacam-macam jabatan dan pekerjaan yang ada pada zaman Sriwijaya. Adapun, jabatan dan pekerjaan yang diceritakan tersebut adalah raja putra (putra raja yang keempat), bhupati (bupati), senopati (komandan pasukan), dan dandanayaka (hakim). Kemudian terdapat juga Tuha an watak wuruh (pengawas kelompok pekerja), Adyaksi nijawarna/wasikarana (pandai besi/ pembuat senjata pisau), kayastha (juru tulis), sthapaka (pemahat), puwaham (nakhoda kapal), waniyaga (peniaga), pratisra (pemimpin kelompok kerja), marsi haji (tukang cuci), dan hulun haji (budak raja).

    Menurut kronik Tiongkok Hsin Tang-shu, Sriwijaya yang begitu luas dibagi menjadi dua. Seperti yang diterangkan diatas, Dapunta Hyang punya dua orang anak yang diberi gelar putra mahkota, yakni yuvarāja (putra mahkota), pratiyuvarāja (putra mahkota kedua).Ahmad Jelani Halimi (profesor di Universiti Sains Malaysia) mengatakan bahwa pembagian ini dilakukan untuk mencegah perpecahan di antara anak-anaknya.
    https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya

    Nama:Herlina Ramadani
    Kelas:XI IPS 1
    No absen:11

    BalasHapus
    Balasan
    1. TOpan : Terimakasih telah berkirim tugas. sayangnya karya yang anda buat belum terlihat aspek maritim dalam bentuk analisis. ada satu unsur maritim yang terlihat pada "puwaham". namun yang lain masih menjelaskan secara umum tentang kerajaan Sriwijaya.

      Hapus
  2. Kerajaan Sriwijaya dipercaya berdiri abad ke-7 SM. Terdapat perdebatan mengenai lokasi kerajaan ini. Ada yang menyebut bahwa Kerajaan Sriwijaya bertempat di Palembang, sementara sebagian lain percaya kalau kerajaan ini berlokasi di Minagatamwan, Jambi. Sumber sejarah yang merujuk kepada kerajaan ini pun cukup banyak, yaitu berupa prasasti, naskah, piagam, serta berita dari Cina.

    Sriwijaya meninggalkan prasasti di dalam dan luar negeri. Beberapa prasasti peninggalan Sriwijaya yang berada di dalam negeri adalah Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuwo, Prasasti Kota Kapur, dan Prasasti Amoghapasa. Sementara itu, prasasti yang ditinggalkan di luar negeri adalah Prasasti Linggor, Prasasti Nalanda, Prasasti Laiden, dan lain-lain.
    https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/kerajaan-kerajaan-maritim-di-indonesia-hindu-budha-2949/

    Kerajaan Sriwijaya
    Ekonomi    : Sebagai pusat perdagangan internasional, kerajaan maritim yang bersifat metropolitan, komoditas utamanya adalah emas, gading, perak, damar, dan rempah-rempah.
    Sosial         : Masyarakatnya bersifat sangat majemuk, sudah mengenal stratifikasi sosial dalam masyarakat.
    Budaya dan Agama : Agama yang berkembang di kerajaan ini adalah agama Buddha, kerajaan ini merupakan pusat pendidikan agama Buddha di Asia Tenggara. https://brainly.co.id/tugas/23714303#readmore

    Nama:Simbai Rara Jati
    Kelas:XI IPS 1
    No.absen:29

    BalasHapus
    Balasan
    1. TOpan : terimakasih telah berkirim tugas. sekedar koreksi bahwa karya anda tanpa judul, masih bercerita tentang Sriwijaya secara umum, belum terlihat analisis kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim. belum terlihat pengaruhnya sampai sekarang. sumberpun belum menggunakan jurnal ilmiah, e book ataupun buku.

      Hapus
  3. Majapahit
    Berdasarkan sumber sejarah, Kerajaan Majapahit bertempat di sekitar Sungai Brantas, Mojokerto. Majapahit dikenal sebagai kerajaan Hindu terbesar di Indonesia dan dijuluki sebagai kerajaan nasional kedua karena berhasil menguasai sebagian besar wilayah Nusantara.

    Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya, yaitu menantu dari raja Singasari terakhir, Kertanegara. Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja tahun 1293 M dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. Raden Wijaya meninggal tahun 1309 M dan digantikan oleh putranya Jayanegara.

    Jayanegara kemudian diteruskan oleh Tribhuana Tunggadewi. Setelah mengundurkan diri di tahun 1350, Tribhuana Tunggadewi menunjuk anaknya, Hayam Wuruk, sebagai raja. Hayam Wuruk ditemani oleh Gajah Mada sebagai mahapati. Di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk, Majapahit berhasil menaklukkan wilayah Nusantara. Gajah Mada meninggal di tahun 1364 M, sementara Hayam Wuruk meninggal tahun 1389 M. Hayam Wuruk digantikan oleh Wikramawardhana yang menjabat selama 12 tahun sebelum wafat di tahun 1429 M.
    https://id.m.wikipedia.org/wiki/majapahit
    Kerajaan Majapahit bergantung pada pertanian dan perdagangan di sektor ekonomi. Di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk, Majapahit membangun jalan lalu lintas dan pelabuhan. Barang-barang yang didagangkan oleh Majapahit di antaranya adalah beras, rempah-rempah, dan kayu cendana.

    Kerajaan Majapahit meninggalkan berbagai candi sebagai produk kebudayaan, yaitu Candi Panataran, Candi Brahu, Candi Bentar, Candi Bajang Ratu, dan Candi Tikus. Majapahit juga meninggalkan berbagai karya sastra, seperti Kitab Negarakertagama, Kitab Sutasoma, Kitab Paraton, dan Kitab Arjunawijaya.
    https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/kerajaan-kerajaan-maritim-di-indonesia-hindu-budha-2949/amp/

    Nama:Hendri setiawan
    Kelas:XI IPS 1
    No absen:10

    BalasHapus
    Balasan
    1. TOpan : terimakasih telah berkirim tugas. karya anda belum berjudul sesuai harapan. tulisan anda bercerita tentang Majapahit secara umum. belum terlihat bahwa kerajaan Majapahit sebagai kerajaan Maritim. Pengaruh sampai hari ini pun belum terlihat. penggunaan sumber pun belum sesuai harapan.

      Hapus
  4. Sistem Ekonomi dan Pengaruhnya

    Kehidupan Ekonomi Kerajaan Majapahit
    Dikutip dari wikipedia, Prasasti dari masa Majapahit menyebutkan berbagai macam pekerjaan atau mata pencaharian yang sudah dilakukan oleh masyarakat pada masa itu. Contohnya seperti pengrajin emas, perak, penjual minuman, dan tukang daging.
    Kehidupan Ekonomi Kerajaan Majapahit
    Dari keterangan tersebut dapat kita pahami bahwa kehidupan ekonomi kerajaan Majapahit sudah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari masa-masa sebelumnya, di mana jumlah populasi penduduk yang bermata pencaharian di luar pertanian semakin meningkat.
    Menurut catatan pedagang Tiongkok bernama Wang Ta-Yuan, komoditas ekspor Jawa pada zaman Majapahit meliputi lada, kain, garam dan burung kakak tua. Sementara barang yang diimpor/didatangkan seperti emas, mutiara, perak, keramik, sutra dan barang dari bahan besi.
    Mata uang yang digunakan dibuat dari bahan campuran perak, tembaga, timah putih dan hitam. Yang lebih menakjubkan lagi, berdasarkan catatan biarawan Katolik Roma berasal dari Italia bernama Odorico dan Pardenone, ia pernah mengunjungi Jawa pada tahun 1321 dan menyebutkan bahwa di istana Jawa penuh dengan perhiasan emas, permata dan perak.
    Ada dua faktor yang menyebabkan kehidupan ekonomi kerajaan Majapahit bisa dikatakan makmur. Pertama terdapat daerah yang sangat cocok untuk kegiatan pertanian tanaman padi, yakni di lembah sungai Brantas dan Bengawan Solo di dataran rendah Jawa Timur.
    Faktor kedua adalah adanya pelabuhan-pelabuhan di Pantura (Pantai Utara) Jawa yang memiliki peran penting dalam kemajuan ekonomi Majapahit. Pelabuhan tersebut merupakan tempat berkumpulnya komoditas rempah-rempah yang didatangkan dari Maluku.
    Adanya pelabuhan rempah-rempah tersebut merupakan sumber pemasukan Majapahit, yakni dari pajak. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan bahwa banyak pedagang asing berkumpul di pelabuhan tersebut, seperti dari China, India, Khmer dan Siam. Pajak dikenakan kepada pedagang asing yang melakukan transaksi perdagangan, maupun yang menetap semi permanen.
    Pajak merupakan sumber pemasukan penting bagi kerajaan Majapahit. Untuk itu, Majapahit memiliki pejabat sendiri dalam hal mengurusi para pedagang asing yang melakukan perdagangan di wilayah kerajaan.
    Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sriwijaya
    Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sriwijaya meliputi kegiatan pertanian, hasilnya kemudian diperjual belikan kepada para pedagang asing yang singgah. Hal ini didukung dengan letak yang sangat strategis sebagai jalur perdagangan Internasional. Hasil bumi dari pertanian tersebut mendongkrak kegiatan perdagangan, akibatnya banyak pedagang dari China dan India ramai-ramai berdatangan.
    Faktor lain pendukung kegiatan ekonomi adalah berhasilnya Sriwijaya menguasai wilayah-wilayah strategis di sekitarnya seperti Selat Sunda, Selat Malaka, Laut Natuna dan Laut Jawa. Dikuasainya daerah-daerah tersebut tidak terlepas dari kekuatan armada laut Kerajaan Sriwijaya dengan kapalnya yang begitu banyak.
    https://sumbersejarah1.blogspot.com/2018/09/kehidupan-ekonomi-kerajaan-majapahit.html?m=1
    https://sumbersejarah1.blogspot.com/2018/04/kehidupan-politik-ekonomi-sosial-dan-agama-kerajaan-sriwijaya.html?m=1

    Pengaruhnya pada masa kini 2 kerajaan tersebut yaitu indonesia sebagai negara maritim yang kaya akan sdm dan sda yang sangat melimpah.pengaruhnya yaitu majunya sektor perdagangan di Indonesia serta majunya sektor pertanian,disektor perdagangan menjadi tempat komoditas penghasil timah,emas,perak,cula badak dll.disektor pertanian menjadi tempat komoditas beras,rempah-rempah dll.
    Nama : Suhufi mukaromah
    Kelas : XI IPS 1

    BalasHapus
    Balasan
    1. TOpan : menarik karya anda. menyajikan data lengkap, walau analisis belum terlihat kentara.

      Hapus
  5. Kerajaan Sriwijaya dipercaya berdiri abad ke-7 SM. Terdapat perdebatan mengenai lokasi kerajaan ini. Ada yang menyebut bahwa Kerajaan Sriwijaya bertempat di Palembang, sementara sebagian lain percaya kalau kerajaan ini berlokasi di Minagatamwan, Jambi. Sumber sejarah yang merujuk kepada kerajaan ini pun cukup banyak, yaitu berupa prasasti, naskah, piagam, serta berita dari Cina.

    Sriwijaya meninggalkan prasasti di dalam dan luar negeri. Beberapa prasasti peninggalan Sriwijaya yang berada di dalam negeri adalah Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuwo, Prasasti Kota Kapur, dan Prasasti Amoghapasa. Sementara itu, prasasti yang ditinggalkan di luar negeri adalah Prasasti Linggor, Prasasti Nalanda, Prasasti Laiden, dan lain-lain.
    https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/kerajaan-kerajaan-maritim-di-indonesia-hindu-budha-2949/
    Ekonomi : Sebagai pusat perdagangan internasional, kerajaan maritim yang bersifat metropolitan, komoditas utamanya adalah emas, gading, perak, damar, dan rempah-rempah.
    Sosial : Masyarakatnya bersifat sangat majemuk, sudah mengenal stratifikasi sosial dalam masyarakat.
    Budaya dan Agama : Agama yang berkembang di kerajaan ini adalah agama Buddha, kerajaan ini merupakan pusat pendidikan agama Buddha di Asia Tenggara. https://brainly.co.id/tugas/23714303#readmore
    Nama:Tri Nanda sagita
    Kelas:XI IPS 1
    No.absen:32

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Ketika Singasari jatuh ke tangan Jayakatwang, Raden Wijaya (menantu Kertanegara) lari ke Madura. Atas bantuan Arya Wiraraja, ia diterima kembali dengan baik oleh Jayakatwang dan diberi sebidang tanah di Tarik (Mojokerto). Ketika tentara Kublai Khan menyerbu Singasari, Raden Wijaya berpura-pura membantu menyerang Jayakatwang. Namun, setelah Jayakatwang dibunuh, Raden Wijaya berbalik menyerang tentara Mongol dan berhasil mengusirnya. Setelah itu, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit (1293) dan menobatkan dirinya dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. 
    A. Kehidupan Politik
    Ada beberapa usaha yang dilakukan oleh Kertarajasa Jayawardhana untuk mewujudkan pemerintahan Majapahit yang kuat. Selain membangun Majapahit sebagai pusat pemerintahan dan mengawini keempat putri Kertanegara, ia juga membagi kekuasaan kepada orang-orang yang berjasa kepadanya. Misalnya Ranggalawe menjadi Adipati Tuban, Sora menjadi penguasa Daha, atau Nambi menjadi patih hamangkubumi di istana. Meskipun begitu, di dalam negeri juga terjadi pemberontakan, baik pada masa Kertarajasa, Jayanegara, maupun Tribuana Tunggadewi. Salah satu pemberontakan terbesar adalah Pemberontakan Kuti yang terjadi tahun 1319. Pemberontakan ini akhirnya bisa dipadamkan oleh Gajah Mada dengan pasukan Bhayangkari. Keberhasilan Gajah Mada inilah yang membuka jalan baginya untuk menjadi tokoh penting di Kerajaan Majapahit.
    Puncak kegemilangan Kerajaan Majapahit terjadi saat Hayam Wuruk menjadi raja dengan gelar Rajasanegara dan Hayam Wuruk menjadi mahapatih. Ekspansi politik dilakukan Gajah Mada dengan dasar sumpah Amukti Palapa. Seluruh Nusantara berada dalam kekuasaan Majapahit, bahkan hingga ke Semenanjung Malaka. Kerajaan Majapahit pun menjelma menjadi negara kerajaan maritim sekaligus negara kerajaan agraris. Kedaulatan negara dijaga dengan armada laut yang kuat di bawah pimpinan Mpu Nala. Sementara itu, untuk menjalin hubungan dengan negara-negara tetangga, dilakukan diplomasi mitrekasatata yaitu sahabat sehaluan yang bisa hidup berdampingan secara damai.

    Nama: Kusniah
    Kelas: Xl IPS 1
    No.abs: 17

    BalasHapus
    Balasan
    1. TOpan : karya anda sudah mencoba memberikan data tentang kerjaaan Maritim Majapahit. walau analisis belum terlihat. sumber tidak ada dan judul tidak diberi. terimakasih

      Hapus
  8. Kerajaan Sriwijaya
    Pada abad ke-7, muncul kerajaan yang berkembang begitu pesat di wilayah Sumatra, yaitu Kerajaan Sriwijaya. Awalnya Kerajaan Sriwijaya ini muncul setelah munculnya kota-kota perdagangan. Wilayah pantai timur Sumatra merupakan wilayah yang sangat ramai, hal ini dikarenakan wilayah tersebut menjadi salah satu jalur perdagangan.

    Kerajaan Sriwijaya terletak di Sumatera Selatan tepatnya di Sungai Musi, Palembang. Menurut Prasasti Kedukan Bukit, raja Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang, berhasil menaklukkan daerah Minangatamwan yang diperkirakan saat ini adalah daerah Jambi. Letak Sriwijaya yang cukup strategis mendorong interaksi antara Sriwijaya dengan kerajaan di luar Nusantara, seperti kerajaan Nalanda dan kerajaan Chola dari India. Selain dengan India, Sriwijaya juga melakukan hubungan baik dengan pedagang-pedagang dari Tiongkok yang sering singgah. Perluasan daerah kekuasaan ini, mendorong perekonomian kerajaan menjadi maju.

    Selain Dapunta Hyang, Sriwijaya pernah dipimpin oleh Raja Balaputradewa yang merupakan keturunan Dinasti Syailendra. Di bawah kepemimpinan Balaputradewa, Sriwijaya menjadi kerajaan yang sangat berjaya. Pada abad ke-7 M, kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai jalur perdagangan di Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Bangka, dan Laut Jawa.

    Seperti yang disebutkan dalam Prasasti Ligor yang ditemukan di Ligor, pangkalan kerajaan Sriwijaya berfungsi untuk mengawasi perdagangan di Selat Malaka. Hingga abad ke-8 M, kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai jalur perdagangan di Asia Tenggara. Oleh karena kekuasaannya yang sangat luas, Sriwijaya menjadi kerajaan maritim terbesar di seluruh Asia Tenggara.

    Walaupun kerajaan Sriwijaya merupakan pusat agama Buddha di luar India, Sriwijaya tidak memiliki peninggalan budaya berupa candi-candi atau archa dalam bidang kebudayaan. Kepercayaan kerajaan Sriwijaya merupakan Buddha Mahayana.

    Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran mulai pada abad ke-13 M, ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan besar seperti kerajaan Siam yang sama-sama menguasai jalur perdagangan. Selain itu, munculnya kerajaan Singasari yang ingin menyatukan wilayah Nusantara, mulai mengirim ekspedisi ke arah barat yang disebut ekspedisi Pamalayu. Aktifitas perdagangan juga sudah mulai berkurang, sehingga para pedagang menyeberang ke daerah Tanah Genting Kra. Kekuasaan Sriwijaya mulai berakhir karena munculnya kerajaan Majapahit dan dihancurkan pada 1377 M.

    BalasHapus
  9. TOpan : karya anda telah memberikan data, namun belum terlihat analisis kerajaan maritim seperti teori Mahan. pengaruh sampai hari ini tidak terlihat. sumber tidak ditulis dan judul masih terlalu umum. terimakasih.

    BalasHapus
  10. NAMA : TANIA DWI YUNIAR
    KELAS : XI IPS 1
    NO. ABSEN : 31

    "Sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, budaya dan pengaruhnya. "

    1. Kehidupan Sosial Kerajaan Sriwijaya
    Karena letaknya yang strategis, perkembangan perdagangan internasional di Sriwijaya sangat baik. Dengan banyaknya pedagang yang singgah di Sriwijaya memungkinkan masyarakatnya berkomunikasi dengan mereka, sehingga dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi masyarakat Sriwijaya. Kemungkinan bahasa Melayu Kuno telah digunakan sebagai bahasa pengantar terutama dengan para pedagang dari Jawa Barat, Bangka, Jambi dan Semenanjung Malaysia.Perdagangan internasional ini juga membuat kecenderungan masyarakat menjadi terbuka akan berbagai pengaruh dan budaya asing, salah satunya India. Budaya India yang masuk berupa penggunaan nama-nama khas India, adat istiadat, dan juga agama Hindu-Buddha. I-tsing menerangkan bahwa banyak pendeta yang datang ke Sriwijaya untuk belajar bahasa Sanskerta dan menyalin kitab kitab suci agama Buddha. Guru besar yang sangat terkenal di massa itu adalah Sakyakirti yang mengarang buku Hastadandasastra.

    2. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sriwijaya
    Pada awalnya kehidupan ekonomi masyarakat Sriwijaya bertumpu pada bidang pertanian. Namun dikarenakan letaknya yang strategis, yaitu di persimpangan jalur perdagangan internasional, membuat hasil bumi menjadi modal utama untuk memulai kegiatan perdagangan dan pelayaran. Karena letak yang strategis pula, para pedagang China yang akan ke India bongkarmuat di Sriwijaya, dan begitu juga dengan pedagang India yang akan ke China. Dengan demikian pelabuhan Sriwijaya semakin ramai hingga Sriwijaya menjadi pusat perdagangan se-Asia Tenggara. Perairan di Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.

    3. Kehidupan budaya
    Letak Sriwijaya sangat strategis di jalur perdagangan antara India-Cina. Di samping itu juga berhasil menguasai Selat Malaka yang merupakan urat nadi perdagangan di Asia Tenggara, menjadikan Sriwijaya berhasil menguasai perdagangan nasional dan internasional. Penguasaan Sriwijaya atas Selat Malaka mempunyai arti penting terhadap perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim, sebab banyak kapal-kapal asing yang singgah untuk menambah air minum, perbekalan makanan dan melakukan aktivitas perdagangan.
    Dalam bidang kebudayaan khususnya keagamaan, Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat agama Buddha yang penting di Asia Tenggara dan Asia Timur. Agama Buddha yang berkembang di Sriwijaya ialah Agama Buddha Mahayana, salah satu tokohnya ialah Dharmakirti. Para peziarah agama Buddha dalam pelayaran ke India ada yang singgah dan tinggal di Sriwijaya. Di antaranya ialah I'tsing.



    Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/15095569#readmore

    Pengaruh Kerajaan Sriwijaya bagi masyarakat Indonesia pada masa kini:

    1. Persebaran Bahasa Melayu sebagai bahasa Perdagangan dan dasar Bahasa Indonesia
    2. Persebaran Agama Buddha
    3. Peninggalan seperti Candi Muaro Takus

    Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/15031807#readmore

    BalasHapus
  11. Nama : Synta Rahmadani
    Kelas : X IPS 1
    NO : 27

    BalasHapus
  12. Majapahit
    Berdasarkan sumber sejarah, Kerajaan Majapahit bertempat di sekitar Sungai Brantas, Mojokerto. Majapahit dikenal sebagai kerajaan Hindu terbesar di Indonesia dan dijuluki sebagai kerajaan nasional kedua karena menguasai sebagian besar wilayah Nusantara.

    Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya, yaitu menantu dari raja Singasari terakhir, Kertanegara. Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja tahun 1293 M dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. Raden Wijaya meninggal tahun 1309 M dan menyimpan oleh putranya Jayanegara.

    Jayanegara kemudian diteruskan oleh Tribhuana Tunggadewi. Setelah mengundurkan diri di tahun 1350, Tribhuana Tunggadewi menunjuk anaknya, Hayam Wuruk, sebagai raja. Hayam Wuruk ditemani oleh Gajah Mada sebagai mahapati. Di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk, Majapahit berhasil menaklukkan wilayah Nusantara. Gajah Mada meninggal di tahun 1364 M, sementara Hayam Wuruk meninggal tahun 1389 M. Hayam Wuruk pada oleh Wikramawardhana yang berada selama 12 tahun sebelum wafat di tahun 1429 M.

    Kerajaan Majapahit tepercaya pada pertanian dan perdagangan di sektor ekonomi. Di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk, Majapahit membangun jalan lalu lintas dan pelabuhan. Barang-barang yang didagangkan oleh Majapahit di antaranya adalah beras, rempah-rempah, dan kayu cendana.

    Kerajaan Majapahit meninggalkan berbagai candi sebagai produk kebudayaan, yaitu Candi Panataran, Candi Brahu, Candi Bentar, Candi Bajang Ratu, dan Candi Tikus. Majapahit juga meninggalkan berbagai karya sastra, seperti Kitab Negarakertagama, Kitab Sutasoma, Kitab Paraton, dan Kitab Arjunawijaya.



    Nama:jevriprastio
    Kelas:X IPS 1
    No: 16

    BalasHapus
  13. Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat di Nusantara sudah memiliki kebudayaan yang maju. Kebudayaan asli Nusantara telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

    Bangsa Indonesia yang sebelumnya memiliki kebudayaan asli tidak serta merta menerima budaya baru. Proses masuknya pengaruh budaya Indonesia terjadi karena adanya hubungan dagang antara Indonesia dan India.

    Di Indonesia birokrasi yang berlalu sesuai dengan jenis negara atau kerajaannya, sehingga struktur birokrasinya tampak ditekankan pada pertanian atau maritim.

    Mataram-Hindu lebih cenderung kepada pertanian, sedangkan Sriwijaya lebih ke maritim

    Pengaruh Hindu-Buddha
    Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia dapat dilihat dari peninggalan-peninggalan sejarahdalam berbagai bidang, di antaranya:

    Bidang keagamaan
    Indonesia telah memiliki kepercayaan berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan tersebut memiliki dua sifat, yaitu:

    Animisme, suatu kepercayaan terhadap suatu benda yang dianggap memiliki roh atau jiwa.
    Dinamisme, suatu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gain.
    Masuknya Hindu-Buddha di Indonesia, membuat masyarakat Nusantara berangsur-angsur memeluk agama Hindu-Buddha yang diawali oleh kalangan elite di sekitar istana.
    Bidang sosial
    Masuknya kebudayaan Hindu menjadikan masyarakat Indonesia mengenal kasta, yaitu:

    Brahmana, kaum pendeta dan sarjana
    Ksatria, para prajurit, pejabat, dan bangsawan
    Waisya, para pedagang, petani, pemilik tanah, dan prajurit
    Sudra, para rakyat jelata dan pekerja kasar
    Sistem kasta yang berlaku di Indonesia berbeda dengan yang ada di India. Hal ini dapat dilihat dari masyarakat dan agama di Kerajaan Kutai.

    Berdasarkan silsilahnya, Raja Kudungga adalah orang Indonesua yang pertama menyentuh budaya India. Pada masa pemerintahannya. Kudungga masih mempertahankan budaya Indonesia.

    Bidang politik
    Dalam sistem ini, kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas kekuasaan kerajaan.

    Bidang pendidikan
    Lembaga pendidikan seperti asrama merupakan salah satu bukti pengaruh dari kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Lembaga pendidikan tersebut mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan.

    Bidang sastra dan bahasa
    Pengaruh Hindu-Buddha pada bahasa adalah dikenal dan digunakannya bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa oleh masyarakat Indonesia.

    Bidang arsitektur
    Pada zaman megalithikum, punden berundak menjadi salah satu peninggalan dibidang arsitektur. Bangunan tersebut kemudian berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi.

    Salah satunya Candi Borobudur yang mengambil bentuk bangunan punden berundak agama Buddha Mahayana. Pada Candi Sukuh dan candi di lereng Pegunungan Penanggungan memiliki pengaruh budaya Indoa yang tidak kuat, karena hanya punden berundak.

    https://amp.kompas.com/skola/read/2020/07/07/142327269/kehidupan-masyarakat-masa-hindu-buddha

    Nama: Nadila Zahra nur Aini
    Kelas:XI IPS 1
    No.absen:23

    BalasHapus
  14. Kemaritiman dan Perekonomian Majapahit

    Lokasi pusat kerajaan Majapahit ada di dekat Trowulan yang letaknya kurang lebih 10 Km di sebelah Baratdaya Mojokerto sekarang. Dugaan ini dilandaskan pada banyaknya penemuan di desa-desa di situ berupa fondasi bangunan, candi, gapura, reservoir (tempat menyimpan barang-barang cadangan ) air dan umpak-umpak rumah. Hasil penemuan barang-barang pakai, perhiasan dan patung-patung kini masih dapat dilihat di museum arkeologi Trowulan. Kerajaan ini disebelah Utaranya terhampar dataran banjir kali Brantas sedang disebelah Selatan dan Tenggaranya sejauh kurang lebih 25 Km menjulang tinggi kompleks gunung Anjasmoro, Arjuna dan Welirang dengan ketinggian antara 2000 dan 3000 m (Daldjoeni N, 1992 : 109).
    Mengenai lokasi pelabuhan Majapahit hasil penelitian diperkirakan kali Surabaya (kali Mas) semula merupakan alur pelayaran yang penting karena menghubungkan Majapahit dengan daerah luar. Adapun sungai Brantas sebagai cabang kali Brantas dapat dilayari untuk mendekati pusat kerajaan, paling tidak sampai daerah Japaran. Dari titik ini untuk sampai ke pusat kerajaan tinggal ditempuh jarak 8 – 10 Km (Daldjoeni N, 1992 : 109). Oleh karena itu dalam perekonomian yang dijalankan di Kerajaan Majapahit adalah sistem agraris dan peradangan yang akan disampaikan di paragraf selanjutnya.
    Pada masa itu ekonomi Jawa telah sebagian mengenal mata uang, tepatnya sejak abad ke-8 (jaman Kerajaan Medang yang menggunakan keping emas dan perakKemudian pada tahun 1300, pada masa pemerintahan raja pertama Majapahit, keping uang dalam negeri diganti dengan uang "kepeng". Uang ini adalah berupa keping uang berbahan tembaga yang diimpor dari China. Catatan sejarah mengenai skala ekonomi Jawa pada masa Kerajaan Majapahit dapat dikumpulkan dari berbagai data dan prasasti. Pada Prasasti Canggu (1358) misalnya, disebutkan ada 78 titik perlintasan berupa tempat perahu penyeberangan di dalam negeri (Mandala Jawa). Kemudian ada berbagai pekerjaan rakyat Majapahit kala itu, seperti pengrajin emas dan perak, penjual minuman, hingga tukang daging. Ini membuktikan bahwa penduduk bermata pencaharian selain agraris semakin bertambah di era Kerajaan Majapahit. Berdasarkan catatan sejarah dari pedagang Tiongkok Wang Ta-Yuan, komoditas utama ekspor Jawa saat itu adalah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Kemudian untuk komoditas impornya adalah berupa mutiara, emas, perak, sutra, barang keramik, dan barang dari besi. Kala itu mata uang yang digunakan dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Pada masanya, Kerajaan Majapahit mengalami kemakmuran yang disebabkan oleh 2 faktor, yakni:
    1. Lokasi Kerajaan Majapahit dekat dengan lembah sungai Brantas dan Bengawan Solo. Lokasi di dataran rendah Jawa Timur ini sangat cocok untuk kegiatan pertanian, terutama padi. Kala itu pemerintahan Majapahit membangun berbagai infrastruktur irigasi untuk mendukung kegiatan pertaniannya.
    2. Keberadaan pelabuhan-pelabuhan Majapahit di pantai utara Jawa sangar berperan dalam hal penyaluran komoditas rempah-rempah dari Maluku. Pemasukan dari pajak yang dikenakan untuk komoditas rempah-rempah yang melewati Jawa juga menjadi sumber pendapatan utama Majapahit.
    Dengan demikian kerajaan Majapahit yang dulunya mempunyai sistem agraris dan peradangan sangat berpengaruh dalam kehidupan sekarang ini, seperti halnya Indonesia yang berbentuk kemaritiman dan agraris kebutuhan akan sumber daya alam dan sumber daya manusianya sangatlah melimpah seperti yang dijelaskan dalam paragraf sebelumnya dan akan mempengaruhi berbagai sektor-sektor perekonomian yang ada. Selain itu dikarenakan posisi yang strategis Indonesia menjadi peran penting dalam jalur perdagangan internasional.

    http://belajarsejarahuntukkemanusiaan.blogspot.com/2020/08/tugas-kerajaan-maritim-hindu-budha.html?m=0
    https://www.onlenpedia.com/2019/03/sistem-ekonomi-di-jaman-kerajaan.html?m=1

    Nama : Saimin Syarifudin
    Kelas : XI IPS 1

    BalasHapus
  15. Kerajaan maritim terbesar

    Kerajaan Sriwijaya yang diperkirakan berdiri pada abad ke-7 dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar di Nusantara.

    Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim dengan aktivitas perdagangannya pada abad ke-7.

    Pada masanya, para saudagar dari China melakukan transaksi perdagangan dengan Kerajaan Sriwijaya.

    Kedatangan pendeta Buddha dari China melambungkan ketenaran Kerajaan Sriwijaya sebagai kota dagang terbesar di Nusantara.
    Sebagai kerajaan maritim berpengaruh, Kerajaan Sriwijaya meluaskan ekspansi kekuasaannya dengan menaklukkan Jawa.

    Kerajaan Sriwijaya juga telah menaklukkan Laut Jawa, Indonesia Timur, dan beberapa daerah lain di Nusantara.

    Kondisi itu membuat kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat berkembang. Itu membuat masyarakat berkesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

    Menjalin hubungan luar negeri

    Kerajaan Sriwijaya juga menjalin jalur perdagangan dengan India, Burma, Melayu Kalimantan, Siam, Kamboja, China, Filipina, Persia, Arab, atau Afrika.
    Dengan angkatan lautnya yang besar dan kuat, jalur-jalur utama kegiatan pelayaran dan perdagangan dikontrol secara katat.

    Lewat cara itu kapal-kapal dagang dipaksa masuk dan berlabuh di Bandar Sriwijaya.

    Dengan penguasaannya jalur pelayaran penting membuat Kerajaan Sriwijaya menjadi satu-satunya kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.

    Banyak kapal-kapal dagang dari berbagai negara yang berlabuh membawa keuntungan tidak sedikit bagi Kerajaan Sriwijaya.

    Letak yang strategis

    Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan besar di Nusantara yang wilayah kekuasaannya hingga ke Mancanegara.

    Dilansir situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kerajaan Sriwijaya terletak di daerah lintasan pelayaran dan perdagangan antara Asia Timur, Asia Selatan.

    Menurut para ahli Kerajaan Sriwijaya terletak ditepi Sungai Musi, Palembang. Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim dengan letak yang strategis.

    Ini mendorong para pedagang untuk melakukan kegiatan perdagangan.

    Kerajaan Sriwijaya juga menguasai dua perairan laut penting dalam perdagangan Nusantara, yakni Selat Malaka dan Selat Sunda.

    Dengan kondisi itu membuat Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara.
    Kerajaan Sriwijaya

    Untuk melindungi dan menjaga jalur perdagangan laut, Kerajaan Sriwijaya menyusun kekuatan angkatan laut.

    Itu membuat aman oleh para kapal dagang dan mendorong semakin banyak pedagang singgah ke Sriwijaya.

    Pusat agama Buddha

    Selain menjadi pusat perdagangan, Kerajaan Sriwijaya juga menjadi pusat ilmu dan agama Buddha di Asia Tenggara dan Asia Timur.

    Agama Buddha yang berkembang di Sriwijaya adalah agama Buddha Mahayana.

    Kondisi pendidikan dan agama Buddha yang berkembang di Sriwijaya diperoleh dari seorang pendeta Buddha China bernama I-Tsung.

    Pada 672, ia akan pergi ke India dan singgag di Sriwijaya. Ia mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya merupakam pusat ilmu dan agama Buddha.

    Sekembalinya dari India, T-Tsing tidak langsung pulang ke China tapi singgah di Sriwijaya.

    Di sana, ia mempelajari dan menterjemahkan kitab-kitab ajaran agama Buddha dari bahasa Sansekerta ke bahasa China.
    Bahkan sekitar ribuan pendeta datang dan berkumpul di Sriwijaya untuk membahas tentang agama Buddha.

    #Pengaruh Kerajaan Sriwijaya bagi masyarakat Indonesia pada masa kini:

    Kerajaan ini meninggalkan banyak pengaruh dalam peradaban hingga saat ini seperti:

    1. Persebaran Bahasa Melayu sebagai bahasa Perdagangan dan dasar bahasa indonesia
    2.persebaran agama buddha
    3.peninggalan seperti candi muara tacus.


    Nama :Hana Rizqyana
    Kelas:XI ips 4

    BalasHapus
  16. KERAJAAN SINGASARI

    Ketika Singasari jatuh ke tangan Jayakatwang, Raden Wijaya (menantu Kertanegara) lari ke Madura. Atas bantuan Arya Wiraraja, ia diterima kembali dengan baik oleh Jayakatwang dan diberi sebidang tanah di Tarik (Mojokerto). Ketika tentara Kublai Khan menyerbu Singasari, Raden Wijaya berpura-pura membantu menyerang Jayakatwang. Namun, setelah Jayakatwang dibunuh, Raden Wijaya berbalik menyerang tentara Mongol dan berhasil mengusirnya. Setelah itu, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit (1293) dan menobatkan dirinya dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana.
    A. Kehidupan Politik
    Ada beberapa usaha yang dilakukan oleh Kertarajasa Jayawardhana untuk mewujudkan pemerintahan Majapahit yang kuat. Selain membangun Majapahit sebagai pusat pemerintahan dan mengawini keempat putri Kertanegara, ia juga membagi kekuasaan kepada orang-orang yang berjasa kepadanya. Misalnya Ranggalawe menjadi Adipati Tuban, Sora menjadi penguasa Daha, atau Nambi menjadi patih hamangkubumi di istana. Meskipun begitu, di dalam negeri juga terjadi pemberontakan, baik pada masa Kertarajasa, Jayanegara, maupun Tribuana Tunggadewi. Salah satu pemberontakan terbesar adalah Pemberontakan Kuti yang terjadi tahun 1319. Pemberontakan ini akhirnya bisa dipadamkan oleh Gajah Mada dengan pasukan Bhayangkari. Keberhasilan Gajah Mada inilah yang membuka jalan baginya untuk menjadi tokoh penting di Kerajaan Majapahit.
    Puncak kegemilangan Kerajaan Majapahit terjadi saat Hayam Wuruk menjadi raja dengan gelar Rajasanegara dan Hayam Wuruk menjadi mahapatih. Ekspansi politik dilakukan Gajah Mada dengan dasar sumpah Amukti Palapa. Seluruh Nusantara berada dalam kekuasaan Majapahit, bahkan hingga ke Semenanjung Malaka. Kerajaan Majapahit pun menjelma menjadi negara kerajaan maritim sekaligus negara kerajaan agraris. Kedaulatan negara dijaga dengan armada laut yang kuat di bawah pimpinan Mpu Nala. Sementara itu, untuk menjalin hubungan dengan negara-negara tetangga, dilakukan diplomasi mitrekasatata yaitu sahabat sehaluan yang bisa hidup berdampingan secara damai.



    Nama:Eka Kusuma wati
    No :05
    Kelas XI IPS 1

    BalasHapus
  17. PEREKONOMIAN KERAJAAN MAJAPAHIT SEBAGAI KERAJAAN MARITIN DI INDONESIA

    Lokasi pusat kerajaan Majapahit ada di dekat Trowulan yang letaknya kurang lebih 10 Km di sebelah Barat daya Mojokerto sekarang. Dugaan ini dilandaskan pada banyaknya penemuan di desa-desa di situ berupa fondasi bangunan, candi, gapura, reservoir (tempat menyimpan barang-barang cadangan ) air dan umpak-umpak rumah. Hasil penemuan barang-barang pakai, perhiasan dan patung-patung kini masih dapat dilihat di museum arkeologi Trowulan. Kerajaan ini disebelah Utaranya terhampar dataran banjir kali Brantas sedang disebelah Selatan dan Tenggaranya sejauh kurang lebih 25 Km menjulang tinggi kompleks gunung Anjasmoro, Arjuna dan Welirang dengan ketinggian antara 2000 dan 3000 m (Daldjoeni N, 1992 : 109).
    Mengenai lokasi pelabuhan Majapahit hasil penelitian diperkirakan kali Surabaya (kali Mas) semula merupakan alur pelayaran yang penting karena menghubungkan Majapahit dengan daerah luar. Adapun sungai Brantas sebagai cabang kali Brantas dapat dilayari untuk mendekati pusat kerajaan, paling tidak sampai daerah Japaran. Dari titik ini untuk sampai ke pusat kerajaan tinggal ditempuh jarak 8 – 10 Km (Daldjoeni N, 1992 : 109). Oleh karena itu dalam perekonomian yang dijalankan di Kerajaan Majapahit adalah sistem agraris dan peradangan yang akan disampaikan di paragraf selanjutnya.
    Pada masa itu ekonomi Jawa telah sebagian mengenal mata uang, tepatnya sejak abad ke-8 (jaman Kerajaan Medang yang menggunakan keping emas dan perak Kemudian pada tahun 1300, pada masa pemerintahan raja pertama Majapahit, keping uang dalam negeri diganti dengan uang "kepeng". Uang ini adalah berupa keping uang berbahan tembaga yang diimpor dari China. Catatan sejarah mengenai skala ekonomi Jawa pada masa Kerajaan Majapahit dapat dikumpulkan dari berbagai data dan prasasti. Pada Prasasti Canggu (1358) misalnya, disebutkan ada 78 titik perlintasan berupa tempat perahu penyeberangan di dalam negeri (Mandala Jawa). Kemudian ada berbagai pekerjaan rakyat Majapahit kala itu, seperti pengrajin emas dan perak, penjual minuman, hingga tukang daging. Ini membuktikan bahwa penduduk bermata pencaharian selain agraris semakin bertambah di era Kerajaan Majapahit. Berdasarkan catatan sejarah dari pedagang Tiongkok Wang Ta-Yuan, komoditas utama ekspor Jawa saat itu adalah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Kemudian untuk komoditas impornya adalah berupa mutiara, emas, perak, sutra, barang keramik, dan barang dari besi. Kala itu mata uang yang digunakan dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Pada masanya, Kerajaan Majapahit mengalami kemakmuran yang disebabkan oleh 2 faktor, yakni:
    1. Lokasi Kerajaan Majapahit dekat dengan lembah sungai Brantas dan Bengawan Solo. Lokasi di dataran rendah Jawa Timur ini sangat cocok untuk kegiatan pertanian, terutama padi. Kala itu pemerintahan Majapahit membangun berbagai infrastruktur irigasi untuk mendukung kegiatan pertaniannya.
    2. Keberadaan pelabuhan-pelabuhan Majapahit di pantai utara Jawa sangar berperan dalam hal penyaluran komoditas rempah-rempah dari Maluku. Pemasukan dari pajak yang dikenakan untuk komoditas rempah-rempah yang melewati Jawa juga menjadi sumber pendapatan utama Majapahit.
    Dengan demikian kerajaan Majapahit yang dulunya mempunyai sistem agraris dan peradangan sangat berpengaruh dalam kehidupan sekarang ini, seperti halnya Indonesia yang berbentuk kemaritiman dan agraris kebutuhan akan sumber daya alam dan sumber daya manusianya sangatlah melimpah seperti yang dijelaskan dalam paragraf sebelumnya dan akan mempengaruhi berbagai sektor-sektor perekonomian yang ada. Selain itu dikarenakan posisi yang strategis Indonesia menjadi peran penting dalam jalur perdagangan internasional.

    Nama: Isnabila
    Kelas: XI IPS 1
    Absen: 15

    BalasHapus
  18. Kehidupan sosial budaya kerajaan sriwijaya

    Kehidupan sosial budaya masyarakat di kerajaan Sriwijaya ditandai dengan kegiatan perniagaan di Selat Malaka yang menjadikan Sriwijaya sebagai kerajaan besar, dan pengaruh kuat agama Buddha pada masyarakatnya.

    Kerajaan Sriwijaya menggunakan Bahasa Melayu Kuno, yang menjadi dasar dari bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.

    Pembahasan:

    Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang berdiri di sisi timur pulau Sumatera pada abad ke 7 hingga 12 Masehi. Kerajaan ini berpusat di wilayah yang sekarang merupakan Palembang.

    Kejayaan Sriwijaya tak lepas dari lokasinya yang strategis di dekat Selat Malaka, yang merupakan jalur perdagangan utama antara China dan India. Dengan ramainya perdagangan, maka banyak kapal berlabuh, dan memberikan pendapata besar bagi kerajaan ini.

    Kekuatan maritim Sriwijaya ditunjukkan dengan ekspedisi ke berbagai wilayah untuk meluaskan kerajaan, termasuk ke Tulangbawang di Lampung dan ke Tarumanegara di Jawa.

    Banyaknya pedagang dan kapal dari India menjadikan Sriwijaya berkembang menjadi pusat agama Buddha di Asia Tenggara pada masa itu. Peranan ini membuat agama Buddha menyebar ke penjuru nusantara, misalnya ke Dinasti Sriwijaya, di kerajaan Mataram, serta ke wilayah daratan Asia Tenggara yang sekarang menjadi wilayah Thailand, Kamboja dan Vietnam.

    Peranan Sriwijaya sebagai pusat perkembangan agama Buddha juga dicatat dalam catatan perjalanan biksu asal China, Yijing (I CHing) yang berkunjung di ibukota Sriwijaya. Yijing berkunjung ke Sriwijaya pada tahun 673 dalam perjalanannya menuju Universitas Nalanda di India yang merupakan pusat pembelajaran agama Buddha.

    Peninggalan kerajaan ini antara lain adalah kompeks arkeologi Bukit Seguntang, kompleks candi Muara Takus, dan kompleks candi Muaro Jambi.

    Nama:Umi Atikoh
    Kelas:XI IPS 1
    No absen:34

    BalasHapus
  19. "Sistem Pemerintahan Kerajaan Sriwijaya Sebagai Kerajaan Maritim"

    Sistem pemerintahan Sriwijaya berbentuk kerajaan berbasis maritim dimana perpindahan kekuasaan didasarkan pada garis keturunan. Sriwijaya, oleh pengamat sejarah, disebut sebagai kerajaan nasional pertama di Nusantara mengingat betapa luasnya wilayah yang tunduk di kekuasaannya.
    Sriwijaya adalah kerajaan maritim, armada laut mereka saat itu dikenal sebagai salah satu yang terbaik. Meski demikian, Sriwijaya bisa dikatakan bersifat metropolis karena masih mengandalkan tradisi diplomasi. Oleh karena lokasi yang strategis, maka Sriwijaya tumbuh pesat dalam bidang pelayaran dan perdagangan.

    Sejumlah peninggalan prasasti kerajaan Sriwijaya menyebutkan bahwa kerajaan ini memperluas wilayah dengan jalan ekspansi militer. Adapun birokrasinya memperhatikan betul pelaksanaan berbagai aturan dalam menjamin ketertiban dan ketenangan dalam negeri. Beberapa prasasti juga memuat keterangan mengenai penguasa daerah yang tunduk pada Sriwijaya tidak diberi keleluasaan memerintah.

    Sistem pemerintahan yang dianut oleh Sriwijaya menjadikan mereka kerajaan maritim yang besar dengan wilayah yang luas. Pengaruh Sriwijaya juga dikenal cukup kuat tak hanya pada kerajaan yang bertetangga tetapi juga dengan kerajaan jauh yang ada di China, India dan Vietnam.
    Sistem pemerintahan tersebut tak hanya memiliki pengaruh besar di masa silam tetapi hingga saat ini. Keberhasilan pemerintah Sriwijaya mempersatukan banyak wilayah di nusantara menjadi roh bagi persatuan dan kesatuan Indonesia. Sriwijaya juga menjadi ilham bagi Indonesia dalam mengembangkan diri sebagai poros maritim dunia

    Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/311350#readmore

    Nama: Firda Sofingah
    Kelas: XI IPS 1
    No absen: 8

    BalasHapus
  20. Sistem dan kebudayaan kerajaan Majapahit

    Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan borokrasu yang tertur pada masa pemerintahan Hayam wuruk, dan tampaknya struktur dan birokrasi tersebut tidak banyak berubah selama perkembangan sejarahnya. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan ia memegang otoritas politik tertinggi.

    Aparat birokrasi

    Raja di bantu oleh sejumlah pejabat birokrasi dalam melaksanakan pemerintahan, dengan para putra dan kerabat dekat raja memiliki kedudukan tinggi. Perintah Raja biasanya diturunkan kepada pejabat-pejabat di bawahnya, antara lain:
    1).Rakryan mahamantei katrini, biasanya dijabat putra-putra raja.
    2).Rakryan mantri ri pakiran-kiran, dewan Menteri yang melaksanakan pemerintahan.
    3).Dharmmadyaksa, para pejabat hukum keagamaan.
    4).Dharmma upapatti, para pejabat keagamaan.
    Dalam Rakryan mantri ri pakiran-kiran terdapat seorang pejabat yang terpenting yaitu Rakryan mahapatih atau patih Hamangkubhumi. Pejabat ini dapat dikatakan sebagai perdana menteri yang bersama-sama raja dapat ikut melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan. Selain itu, terdapat pula semacam dewan pertimbangan kerajaan yang anggotanya para sanak saudara raja, yang disebut Bhatara sapraprabhu.
    Saat Majapahit memasuki era kemaharajaan Thalasokrasi saat pemerintahan Gajah Mada, beberapa negara bagian diluar negri juga termasuk dalam lingkaran pengaruh Majapahit, sebagai hasilnya konsep teritorial yang lebih besar pun terbentuk:
    -Negara agung, atau negara utama, inti kerajaan
    -Mancanegara, arean yang melingkuoi negara agung
    -Nusantara, adalah arean yang tidak mencerminkan kebudayaan Jawa, tetapi termasuk kedalam koloni dan mereka harus membayar upeti tahunan.
    Ketiga kayehori tersebut masuk kedalam lingkaran pengaruh kerajaan Majapahit. Akan tetapi Majapahit juga mengenal lingkup keempat yang didefinisikan sebagai hubungan diplomatik kuar negeri.

    Hubungan diplomatik

    Majapahit juga menempuh jalan diplomasi dalam menjalin persekutuan. Semboyan mereka stata digunakan oleh patih Gajah Mada sebagai landasan dalam menjalankan politik luar negeri. Majapahit yang bersifat kekerabatan, hidup berdampingan secara damai dengan negara-negara dikawasan Asia Tenggara.
    Daerah-daerah bawahan yang termasuk dalam lingkup mandala Majapahit, yaitu wilayah mancanegara dan nusantara, umumnya memiliki pemimpin asli penguasa daerah tersebut yang menikmati kebebasan internal cukup luas. Wilayah-wilayah bawahan ini meskipun sedikit banyak di pengaruhi Majapahit, tetap menjalankan sistem pemerintahan yang sendiri tanpa terintegrasi lebih lanjut oleh kekuasaan pusat di ibukota Majapahit. Pola kekuasaan mandala ini juga ditemukan dalam kerajaan-kerajaan sebelumnya, seperti sriwijaya dan angkor,serta mandala-mandala tetangga Majapahit yang sezaman, Ayutthaya dan champa.

    Pengaruh kerajaan Majapahit dalam kehidupan masyarakat pada masa sekarang:
    -sumpah palapa menjadi pendorong bersatunya Bangsa Indonesia.
    -seni arsitektur seperti gapura yang masih banyak digunakan.
    -Agama Hindu menjadi agama mayoritas di Bali dan di suku Tengger.
    -peninggalan sejarah sebagai lokasi wisata, seperti candi Penataran dan komplek Trowulan.
    -semboyan "bhineka tunggal ika" Menjadi semboyan Bangsa Indonesia.

    Nama:indana zulfa
    Kelas:XI IPS 1
    No absen:12

    BalasHapus